TAHAPAN PEMILIHAN BPD DUNGALIYO, BERIKUT HASIL MUSYAWARAH PEMBENTUKAN WILAYAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI SETIAP WILAYAH PEMILIHAN

0
449

PEMBENTUKAN WILAYAH PEMILIHAN DAN PENENTUAN JUMLAH KURSI SETIAP WILAYAH PEMILIHAN

I. DATA DESA
– Nama Desa : Desa Dungaliyo
– Jumlah Penduduk Desa : 2.037 Jiwa
– Jumlah Penduduk Dusun :
· Dusun Anggageta : 580 Jiwa
· Dusun Olumongo : 622 Jiwa
· Dusun Tenang : 441 Jiwa
· Dusun Hunggodaa : 394 Jiwa
– Jarak antara Dusun terjauh :
· Dusun yang memiliki jarak terjauh antara Dusun, yakni Dusun Anggageta dan Dusun Hunggodaa.
– Jarak antara Dusun
· Dusun Anggageta memiliki jarak lebih dekat ke Dusun Olumongo dibandingkan ke Dusun Hunggodaa.
· Dusun Tenang memiliki jarak lebih lebih dekat ke Dusun Hunggodaa dibandingkan ke Dusun Olumongo.
II. PENENTUAN ALOKASI KURSI BPD UNTUK DESA DUNGALIYO

– Jumlah Penududuk Desa : 2.037 Jiwa
– Jumlah Alokasi Kursi Angggota BPD : 7 Kursi
(Jumlah penduduk Desa Dungaliyo sebanyak 2.037 Jiwa sehingga sesuai ketentuan dalam Pasal 15 ayat (2) huruf b yang menyebutkan Desa dengan jumlah penduduk lebih dari 1.500 (seribu lima ratus) sampai dengan 3.000 (tiga ribu) jiwa, sebanyak 7 (tujuh) anggota BPD, maka alokasi kursi anggota BPD untuk Desa Labanu sebanyak 7 (tujuh) Kursi).

III. PEMBENTUKAN WILAYAH PEMILIHAN
Pembentukan Wilayah Pemilihan dilakukan dengan cara:
a. Tahap Pertama :
1. Menentukan 2 (dua) Dusun yang memiliki jarak terjauh antar Dusun di dalam Desa.
Sesuai Data Desa, 2 (dua) Dusun yang memiliki jarak terjauh antarDusun adalah:
– Dusun Anggageta; dan
– Dusun Hunggodaa.
2. 2 (dua) Dusun yang memiliki jarak terjauh antarDusun didistribusi ke setiap Wilayah Pemilihan.
– Dusun Anggageta didistribusi ke Wilayah Pemilihan 1.
– Dusun Hunggodaa didistribusi ke Wilayah Pemilihan 2.
a. Tahap Kedua
1. Sisa Dusun yang belum terdistribusi pada Tahap Pertama, yakni:
– Dusun Olumongo;
– Dusun Tenang;
2. Sisa Dusun yang belum terdistribusi pada Tahap Pertama didistribusi ke Wilayah Pemilihan, yakni:
– Dusun Olumongo didistribusi ke Wilayah Pemilihan 1
(Dusun Olumongo didistribusi ke Wilayah Pemilihan 1 karena Dusun Olumongo memiliki jarak lebih dekat dengan Dusun Anggageta dibanding ke Dusun Hunggodaa).
– Dusun Tenang didistribusi ke Wilayah Pemilihan 2
(Dusun Tenang didistribusi ke Wilayah Pemilihan 2 karena Dusun Tenang memiliki jarak lebih dekat dengan Dusun Hunggodaa dibanding ke Dusun Anggageta).
Sesuai hasil distribusi Dusun ke Wilayah Pemilihan yang dilakukan di atas diperoleh hasil:

II. PENENTUAN JUMLAH KURSI SETIAP WILAYAH PEMILIHAN
Penentuan jumlah alokasi kursi setiap Wilayah Pemilihan dilakukan dengan cara:
a. Tahap Pertama:
(Mengurangkan jumlah alokasi kursi anggota BPD Desa Dungaliyo dengan 1 (satu) orang anggota BPD Perwakilan Perempuan)
Diperoleh hasil:
– Jumlah alokasi kursi anggota BPD Desa sebanyak = 7
– Jumlah Alokasi Kursi untuk Perwakilan Perempuan = 1 Hasil (alokasi Kursi untuk seluruh Wilayah Pemilihan) = 6
b. Tahap Kedua
(Membagi jumlah penduduk di setiap Wilayah Pemilihan yang bersangkutan dengan bilangan yang diperoleh dari hasil bagi jumlah penduduk suatu Desa dengan bilangan yang diperoleh dari hasil penghitungan pada tahap pertama)
Diperoleh hasil:
1. Wilayah Pemilihan 1

= JPWP 1 : (JPD : HPTP)

= 1022 : (2.037 : 6)
= 1022 : 339,5
= 3,01
= 3 (angka pecahan dihilangkan)
Angka 3 adalah jumlah alokasi kursi untuk Wilayah Pemilihan 1 dalam perhitungan Tahap Pertama.

2. Wilayah Pemilihan 2

= JPWP 2 : (JPD : HPTP)

= 835: (2.037 : 6)
= 835: 339,5
= 2,45
= 2 (angka pecahan dihilangkan)
Angka 2 adalah jumlah alokasi kursi untuk Wilayah Pemilihan 2 dalam perhitungan Tahap Pertama.
Berdasarkan perhitungan Tahap Kedua alokasi kursi anggota BPD untuk setiap Wilayah Pemilihan adalah:

– Wilayah Pemilihan 1 = 3 Kursi
– Wilayah Pemilihan 2 = 2 Kursi
(seluruh alokasi kursi untuk Wilayah Pemilihan pada perhitungan Tahap Kedua berjumlah = 5 kursi)

c. Tahap Ketiga
(Mengalokasikan sisa kursi yang belum terbagi kepada Wilayah Pemilihan yang memiliki sisa penduduk terbanyak)
1. Menentukan sisa kursi yang belum terbagi:
– Seluruh alokasi kursi untuk Wilayah Pemilihan = 6 kursi
– Alokasi kursi untuk seluruh Wilayah Pemilihan
pada perhitungan Tahap Kedua = 5 kursi
– Sisa kursi belum terbagi = 1 Kursi

2. Menentukan sisa penduduk pada setiap Wilayah Pemilihan
– Wilayah Pemilihan 1

Sisa Penduduk = JPWP 1 – JKWPTK X (JPD : HPTP)
= 1.022 – 3 X (2.037 : 6)
= 1.022 – 3 X 339,5
= 1.022 – 1.018,5
= 3,5

– Wilayah Pemilihan 2

Sisa Penduduk = JPWP 2 – JKWPTK X (JPD : HPTP)
= 835 – 2 X (2.037 : 6)
= 835 – 2 X 339,5
= 835– 679
= 420

Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh sisa penduduk pada setiap Wilayah Pemilihan adalah:
– Wilayah Pemilihan 1 = 3,5
– Wilayah Pemilihan 2 = 156
Sehingga dengan demikian, karena Wilayah Pemilihan 2 memiliki sisa penduduk terbanyak dibandingkan dengan Wilayah Pemilihan 1, maka 1 sisa kursi dialokasikan untuk Wilayah Pemilihan 2.

Dengan demikian jumlah alokasi kursi anggota BPD untuk setiap Wilayah Pemilihan dan alokasi kursi untuk Perwakilan Perempuan adalah:


WILAYAH PEMILIHAN
DUSUN JUMLAH PENDUDUK DUSUN JUMLAH PENDUDUK WILAYAH PEMILIHAN

Wilayah Pemilihan 1 1. Dusun Anggageta 580 1202
2. Dusun Olumongo 622
Wilayah Pemilihan 2 1. Dusun Tenang 441
835
2. Dusun Hunggodaa 394
WILAYAH PEMILIHAN DAN PERWAKILAN PEREMPUAN ALOKASI KURSI SELURUH JUMLAH KURSI
Wilayah Pemilihan 1 3 Kursi

7 Kursi
Wilayah Pemilihan 2 3 Kursi
Perwakilan Perempuan 1 Kursi

Keterangan:
– JPD = Jumlah Penduduk Desa
– JPWP = Jumlah Penduduk Wilayah Pemilihan
– HPTP = Jumlah Hasil Perhitungan Tahap Pertama
– JKWPTK = Jumlah Kursi Wilayah Pemilihan Tahap Kedua

KETUA PANITIA PEMILIHAN BPD

RUDOLF DANIAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here