Potensi Sumber Daya Alam

0
548

Potensi Umum

Batas Wilayah

            Desa Dungaliyo secara administratif berada pada wiilayah Kecamatan Dungaliyo di Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo letak Geografis Dungaliyo berada pada rentang koordinat 00 35’ 45” – 00 36’ 15” LU dan 1220 53’ 15” BT. Adapun, secara adminitratif Desa Dungaliyo memiliki batas sebagai berikut :

  • Batas Utara : Desa Bongomeme dan Desa Duwanga
  • Batas Selatan : Desa Botubulowe dan Desa Pilolalenga
  • Batas Barat : Kecamatan Tabongo
  • Batas Timur : Desa Pilolalenga

Berdasarkan aturan perundang-undangan batas desa Dungaliyo belum ditetapkan oleh Pemerintah terutama oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), namun sudah memiliki ketetapan ditingkatan Desa Dungaliyo. Desa Dungaliyoo memiliki luas wilayah ± 1,84 km² dan keliling 6.435,97 m

Penggunaan Lahan

            Penggunaan Lahan di Desa Dungaliyo lebih banyak didominasi oleh pertanian lahan kering (Tegalan/ladang) dan perkebunan. Sehingga ini menandakan bahwa sebagian besar  lahan pertanian sehingga ini menjadi potensi yang bisa dikembangkan oleh desa dungaliyo untuk dapat memanfaatkan secara optimal penggunaan lahan yang ada di desa dungaliyo ini.

Sumber : Google Eart 2019-09-12

Iklim dan Cuaca

  1. Tipe Iklim

Secara keseluruhan berdasarkan hasil klasifikasi iklim dengan Metode Schmidt-ferguson Provinsi Gorontalo merupakan Provinsi yang memiki tipe iklim E atau kering itu menunjukan bahwa desa Dungaliyo Juga memiliki tipe iklim yang sama yaitu tipe Iklim E yaitu agak Kering. Tipe Iklim E dicirikan dengan memiliki nilai perbandingan antara bulan kering dan bulan basah yaitu lebih dari 1 dan kurang dari 1,6. Kondisi iklim yang agak kering akan mempengaruhi ketersediaan air sehingga dalam pengembangan sector-sektor pertanian cukup mengalami kendala. Apalagi Desa dungaliyo yang sebagian besar memiliki lahan sawah yang cukup luas sangat membutuhkan kontribusi curah hujan untuk meningkatkan produksi tanaman desa ini.

  1. Curah Hujan

Curah hujan di Desa Dungaliyo berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki variasi curah hujan ditiap bulannya. Curah hujan di daerah ini memiliki pola sebaran hujan wilayah yang relatif seragam dimana rerata curah hujan tahunan adalah dimana curah hujan terendah terjadi pada bulan Februari dan Maret sedangkan jumlah curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Oktober sampai Desember dengan nilai curah hujan tertinggi sebesar 323 mm/bulan. Sedangkan bulan terkering dengan curah hujan terendah terjadi pada bulan Februari dan Maret dengan nilai curah hujan terendah sebesar 7 mm/bulan

  1. Suhu

Suhu udara di suatu tempat antara lain di tentukan oleh tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Desa Dungaliyo memiliki kondisi suhu yang cukup panas dimana suhu rata-rata harian di desa ini menunjukan angka 280c dengan kelembaban rata-rata adalah 80%

  1. Topografi

Secara topografi di Desa Dungaliyo mempunyai kondisi yang variatif yang terdiri dari wilayah datar, kaki bukit, dan pegunungan dengan kemiringan lereng yang tinggi berkisar antara 25-40% seperti yang terlihat pada gambar

                   Kondisi Topografi Desa Dungaliyo

 Tanah

Tanah sebagai salah satu bentuk elemen yang sangat dibutuhkan oleh mahkluk hidup. Tanah merupakan tempat berpijak bagi semua mahkluk hidup di daratan. Oleh karena itulah tanaman hanya akan bertumbuh besar apabila diletakkan langsung ke tanah. Tanah disebut juga daratan meskipun kita tahu bahwa tidak semuau daratan ditutupi oleh tanah, namun keberadaan tanah ini sangat bermanfaat bagi semua mahkluuk hidup.

        Kondisi tanah di Desa Dungaliyo berdasarkan data dari balai besar sumberdaya lahan pertanian (BBSDLP) Desa Dungaliyo berada pada berada pada kondisi tanah yang terbentuk dari proses geomorfologi yang sangat komplek. Di Desa Dungaliyo jenis tanah yang dominan adalah asosiasi dengan tanah dari ordo inceptisol dengan great group fluvaquents dan alfisol dengan group trofudalfs.

        Berdasarkan jenisnya tanah inceptisol merupakan tanah yang termasuk dalam kategori tanah alluvial. Tanah inseptisol ini merupakan satu jenis tanah muda yang termasuk kedalam jenis tanah mineral. Sedangkan yang dimaksud tanah mineral merupakan tanah yang memiliki kandungan bahan organik kurang dari 20% atau memiliki lapisan bahan organik yang ketebalannya kurang dari 30 cm sehingga membuat tekstur tanahnya menjadi ringan.

        Tanah alfisol yaitu tanah yang terbentuk dari proses-proses pelapukan, serta telah mengalami pencucian mineral liat dan unsure-unsur lainnya dari bagian lapisan permukaan ke bagian subsoilnya (lapisan tanah bagian bawah), yang merupakan bagian yang menyuplai air dan unsure hara untuk tanaman. Tanah ini cukup produktif untuk pengembangan berbagai komoditas tanaman pertanian mulai tanaman pangan, holtikultura, dan perkebunan. Tingkat kesuburannya (secara kimiawi) tergolong baik. pH-nya rata-rata mendekati netral. Di seluruh dunia diperkirakan alfisol penyebaran meliputi 10% daratan.

        Tanah entisol merupakan tanah yang masih sangat mudah yaitu baru dalam proses tingkat permulaan dalam perkembangannya, (kata ent berarti recent atau baru). Entisol dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum terbentuk horizon pedogenik yang nyata. Secara keseluruhan tanah-tanah yang masih berkembang namun sudah bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman-tanaman pertanian berupa tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura.

Pertanian dan perkebunan

        Lahan di Desa Dungaliyo dengan peruntukan sebagai lahan pertanian, perkebunan, serta tegalan memiliki potensi besar yang menjajikan. Potensi lahan desa Dungaliyo yang besar tentu harus diikuti oleh pengelolaan dan optimalisasi guna memperoleh keuntungan yang optimal. Luasan lahan untuk peruntukan pertanian dan perkebunan di Desa Dungaliyo hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Desa Dungaliyo, namun pengelolaannya terbagi menjadi lahan yang dikelola sendiri oleh pemilik lahan dan diolah oleh buruh atau pihak lain dengan sistem upah bagi hasil. Dukungan aspek abiotik dari lingkungan Desa Dungaliyo menyebabkan produktivitas lahan yang terbilang tinggi. Produktivitas pertanian dan perkebunan di Desa Dungaliyo dijabarkan masing-masing. Komoditasnya pada sub pembahasan berikut.

  1. Tanaman Pangan dan Hortikultura

Karena memiliki lahan yang sebagian besar bertopografi dasar, padi sawah merupakan komoditas potensial yang dimiliki oleh Desa Dungaliyo, terdapat 221 ha lahan sawah yang dikelola oleh petani dengan rata-rata produksi 8 ton/ha. Produktivitas komoditas jagung ini tentunya bisa lebih produktif jika didukung dengan perluasan area tanam dengan pengembangan teknik budidaya yang inovatif dan terkini.

Selain padi sawah komoditas yang berpotensi dikembangkan adalah jagung dimana luas lahan jagung 22 ha dengan potensi produksi 5-6 ton/ha. Meskipun luas lahan budidaya yang relative kecil namun komoditas ini cukup memiliki potensi untuk dikembangkan di Desa Dungaliyo.

  1. Kelapa

Tanaman kelapa yang juga merupakan tanaman konsumsi dapat dijumpai di beberapa wilayah dari Desa Dungaliyo. Komoditas kelapa menjadi salah satu dari tiga kelompok komoditas pertanian dan perkebunan yang mampu menjadi andalan bagi desa Dungaliyo. Lahan yang digunakan sebagai lahan penanaman kelapa di Desa Dungaliyo diklasifikasikan jugua sebagai lahan tegalan. Pada tahun 2017, luas lahan kelapa di Desa Dungaliyo seluas 17 ha tentunya dengan luas ini membuat komoditas ini sangat berpotensi dikembangkan di Desa Dungaliyo.

            Peternakan

                        Pengembangan sector peternakan di Desa Dungaliyo cukup potensial untuk dilakukan mengingat kondisi topografi desa dungaliyo lebih di dominasi oleh dataran dan perbukitan perbukitan kecil serta kondisi iklim tropis yang mendukung tersedianya hijauan atau pakan untuk ternak. sector peternakan yang sudah dikembangkan oleh masyarakat setempat adalah ternak  sapi, ayam, dan kambing. Pengembangan ternak ini sangat membantu perekonomian masyarakat desa Dungaliyo. Adapun jumlah ternak yang ada di Desa Dungaliyo dijabarkan pada table.

Jenis Ternak Jumlah Pemilik Perkiraan Jumlah Populasi
Sapi

Kambing

Ayam Kampung

23 orang

73 orang

9 orang

57 ekor

175 ekor

37 ekor

Sumber Daya Air dan Sanitasi

             Potensi sumber daya air  di Desa Dungaliyo dapat dibagi menjadi dua yaitu potensi sumberdaya air permukaan dan potensi sumberdaya air bawah tanah. Potensi sumberdaya air permukaan di Desa Dungaliyo bersumber dari sungai Pilolalenga. Sungai permukaan yang mengalir di Desa Dungaliyo tergolong dalam sungai perennial dimana air terus  mengalir sepanjang tahun sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga di Desa Dungaliyo untuk keperluan air irigasi yang ada di Desa Dungaliyo. Adapun potensi sumberdaya air lain yang terdapat di Desa Dungaliyo yaitu sumberdaya air tanah.

            Air dan sanitasi yang menjadi kebutuhan dasar masih merupakan barang mewah bagi beberapa desa di Indonesia. Namun hal ini cukup berbeda dengan desa Dungaliyo. Sumber air bersih digunakan di desa ini berupa sumur galian dan mata air. Berkaitan dengan potensi air bersih di Desa Dungaliyo, kondisi sanitasi lingkungan Desa Dungaliyo juga memiliki kualitas yang terbilang baik. Kebutuhan domestic akan air bersih yangdimiliki oleh masyarakat Desa Dungaliyo terpenuhi melalui pemanfaatan tanah. Fasilitas sanitasi juga dapat dikatakan baik ditandai oleh kepemilikan kamar mandi/WC di masing-masing rumah, serta turut didukung oleh keberadaan kamar mandi/WC umum di beberapa Pedukuhan. Pengelolaan limbah domestic dilakukan dengan media saluran dan septic tank di beberapa rumah warga Desa Dungaliyo.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here