Berdaya di Kampung Sendiri

0
318

OLEH : JULIATIN HULAWA

Hal ini dimulai dari sebuah narasi Masjid Berdaya yang pertama kali digaungkan oleh Rendy Saputra, Ketua Jejaring Masjid Titik Cahaya. Narasi bahwa masjid tidak hanya diharapkan menjadi tempat ibadah ritual semata tetapi juga harapan bahwa masjid bisa membawa kesejahteraan bagi jamaah disekitarnya.

***

Kita sebagai aktivis masjid pun merasakan gejolak yang sama. Kapan masjid bisa berdaya. Kapan masjid bisa melayani jamaahnya secara maksimal. Kapan masjid bisa makmur dengan shaf shalat subuh yang penuh. Kapan masjid bisa menjawab tantangan kesejahteraan ummat. Batin kita menyuarakan hal yang sama.

Tetapi pertanyaannya mulai darimana?

Dari mana memulainya? Masjidnya ada, pengurusnya ada, jamaahnya ada, bagaimana konsep membangunnya.

Mudah-mudahan jawaban teknis Saya kali ini dapat membantu : mulailah dari membedah “NGAJI MILLENIAL”.

Generasi muda muslim saat ini adalah pemegang estafet dakwah Rasulullah yang tidak melulu dipahami sebatas ritual ibadah namun juga sistem Syumuliatul Islam (Kesempurnaan Islam) yang mengatur kehidupan ummat secara menyeluruh dan terpadu sampai pada aspek kesejahteraan karena kefakiran sangat dekat dengan kekufuran.

Untuk itu, kami memulai langkah kecil ini dengan pondasi perbaikan karakter pemuda melalui tahapan program rutin:
1. TPA (Taman Pengajian Al-Qur’an)
2. Kajian Islam
3. Entrepreneurship & Kreativitas Muslim.

Harapannya, program ini mendapat sambutan baik dan support penuh dari seluruh masyarakat dengan ikut bergabung bersama kami.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Silakan diteruskan ke grup-grup WA pengurus masjid dan para aktivis masjid. Mari bangun semangat masjid berdaya, masjid yang bisa berpijak mandiri, dan bergerak mensejahterakan anggotanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here